Review Film Forgotten Island Animasi Paling Cocok Untuk Healing Sepulang Kerja
Animasi Favorit komedi Layak Tonton
Belakangan ini film animasi tidak hanya datang dari Jepang atau Amerika saja. Semakin kesini saya mulai menemukan beberapa film animasi dari negara lain yang ternyata cukup menarik untuk ditonton.
Salah satunya adalah Forgotten Island.
Jujur, awalnya saya tidak terlalu tahu akan seperti apa film ini. Ditambah film ini berasal dari filipina hal yang cukup jarang aku tonton animasinya.
Saya menonton film ini sendirian di NSC Kudus, pada jam terakhir yang saya ambil yaitu sekitar pukul 16.00. Kondisi bioskop waktu itu cukup sepi dan tidak terlalu banyak orang yang memilih menonton film ini.
Tapi justru karena itulah pengalaman menontonnya terasa cukup menyenangkan.
Saya menontonnya sepulang kerja dan dari awal film dimulai saya sudah merasa kalau film ini cocok banget untuk ditonton setelah menjalani aktivitas seharian.
Gerakan animasinya menyenangkan untuk dilihat, musik dan sound-nya juga menurut saya sangat mendukung suasana film. Entah kenapa setelah selesai menonton saya merasa seperti baru saja mendapatkan waktu untuk healing sebentar setelah bekerja.
Dan ternyata...
Saya sangat menyukai film ini.
Sinopsis Singkat: Forgotten Island
Cerita Forgotten Island berfokus pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang baru saja lulus sekolah dan sedang menghadapi perubahan besar dalam hidup mereka.
Di malam terakhir sebelum mereka harus menjalani jalan masing-masing, keduanya menemukan sebuah portal misterius yang membawa mereka menuju sebuah pulau fantasi bernama Nakali.
Masalahnya, pulau tersebut bukan tempat biasa.
Di dalam Nakali terdapat berbagai makhluk yang berasal dari mitologi dan cerita rakyat Filipina. Jo dan Raissa kemudian menyadari bahwa untuk bisa kembali ke rumah, mereka harus menghadapi konsekuensi yang cukup berat.
Kenangan tentang persahabatan mereka menjadi sesuatu yang dipertaruhkan.
Semakin lama mereka berada di sana, semakin besar kemungkinan mereka kehilangan kenangan tentang satu sama lain.
Dan dari sinilah petualangan mereka dimulai.
Mereka harus mencari cara untuk kembali pulang sebelum persahabatan yang sudah mereka bangun selama bertahun-tahun perlahan menghilang.
POV: Opini Pribadi dan Hal Hal Yang Menarik Dari Film Ini Menurutku
1. Film Yang Enak Banget Ditonton Sepulang Kerja
Saya mulai dari pengalaman pribadi saya ketika menonton film ini.
Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya menonton Forgotten Island sendirian di NSC Kudus sekitar jam 16.00 setelah selesai bekerja.
Biasanya kalau habis kerja saya sudah lumayan capek. Kadang ketika menonton film setelah bekerja, bukannya merasa rileks malah merasa ingin cepat pulang karena badan sudah lelah.
Tapi anehnya hal itu tidak saya rasakan ketika menonton Forgotten Island.
Dari awal film berjalan, saya justru merasa cukup santai menikmati visualnya.
Gerakan animasinya terasa hidup dan menyenangkan untuk dilihat. Ditambah dengan musik dan sound yang menurut saya cocok dengan suasana film, pengalaman menontonnya terasa seperti istirahat sebentar dari rutinitas.
Mungkin karena filmnya memang memiliki suasana petualangan dan fantasi yang ringan, jadi saya tidak perlu terlalu banyak berpikir berat ketika menontonnya.
Saya tinggal duduk, menikmati animasinya, mendengarkan musiknya, dan mengikuti perjalanan Jo dan Raissa.
Dan jujur...
buat saya ini salah satu film yang cocok banget ditonton setelah pulang kerja.
Bukan karena filmnya tidak memiliki cerita yang serius, tetapi cara film ini menyampaikan ceritanya membuat saya merasa nyaman mengikutinya.
2. Gaya Animasi Yang Langsung Menarik Perhatian Saya
Nah, ini salah satu alasan kenapa saya cukup suka dengan Forgotten Island.
Saya sangat menyukai gaya animasinya.
Kalau saya harus memberikan perbandingan dari apa yang pernah saya tonton, beberapa gerakan dan visualnya membuat saya teringat dengan Demon Slayer dan Puss in Boots.
Bukan berarti gaya animasinya sama persis.
Tetapi ada beberapa bagian yang membuat saya merasa gerakan karakter dan action-nya memiliki bobot yang berbeda dibandingkan animasi yang biasanya saya tonton.
Gerakannya terasa lebih dinamis.
Ketika karakter bergerak atau berada dalam situasi yang membutuhkan banyak gerakan, saya merasa animasinya tidak kaku. Ada energi di dalam gerakannya.
Dan ini salah satu hal yang membuat saya betah melihat filmnya.
Buat saya pribadi, film animasi tidak cukup hanya memiliki gambar yang bagus. Kalau gerakan karakternya terasa kaku atau tidak memiliki "berat", saya biasanya cepat kehilangan ketertarikan.
Tapi Forgotten Island justru sebaliknya.
Saya beberapa kali malah lebih fokus memperhatikan bagaimana karakter bergerak dan bagaimana dunia fantasi di dalam film tersebut ditampilkan.
3. Musik dan Sound-nya Bikin Pengalaman Menonton Jadi Lebih Menyenangkan
Selain animasi, saya juga cukup menikmati musik dan sound dalam film ini.
Saya memang bukan orang yang terlalu paham secara teknis mengenai sound design dalam film.
Tapi sebagai penonton biasa, saya bisa merasakan ketika musik dan suara yang digunakan berhasil membuat sebuah adegan terasa lebih hidup.
Dan itu yang saya rasakan di Forgotten Island.
Musiknya tidak terasa hanya sebagai pelengkap.
Ketika digabungkan dengan visual animasi dan perjalanan para karakternya, semuanya terasa menyatu.
Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa pengalaman menonton film ini setelah pulang kerja terasa seperti healing.
Saya tidak datang ke bioskop dengan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Saya hanya ingin duduk dan menonton film.
Tapi ternyata saya malah mendapatkan pengalaman menonton yang cukup menyenangkan.
4. Sebagai Orang Indonesia, Menonton Animasi Dengan Budaya Filipina Itu Menarik
Ini mungkin bagian yang paling menarik secara personal buat saya.
Saya memang lebih sering menonton animasi dari Jepang atau Amerika.
Jadi ketika menonton animasi yang mengambil banyak inspirasi dari budaya dan mitologi Filipina, rasanya cukup berbeda.
Saya jadi melihat bahwa cerita rakyat dan makhluk mitologi di Asia Tenggara ternyata bisa menjadi bahan yang sangat menarik untuk sebuah film animasi besar.
Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah Manananggal.
Sosok ini menurut saya benar-benar terlihat mengerikan.
Dan karena saya tidak terlalu familiar dengan cerita rakyat Filipina sebelumnya, saya juga merasa seperti sedang diperkenalkan dengan sesuatu yang baru.
Hal seperti ini yang membuat pengalaman menonton Forgotten Island terasa berbeda bagi saya.
Biasanya saya menonton animasi Jepang dengan berbagai cerita dan mitologi Jepang, atau animasi Amerika dengan budaya mereka sendiri.
Sekarang saya mencoba menonton animasi yang membawa budaya Filipina sebagai salah satu bagian penting dari dunianya.
Dan menurut saya itu keren.
Apalagi film ini tidak terasa seperti hanya menempelkan budaya Filipina sebagai hiasan.
Dunia Nakali memang dibangun berdasarkan cerita rakyat dan makhluk mitologi Filipina, sehingga budaya tersebut terasa menjadi bagian dari identitas filmnya.
5. Ceritanya Bukan Cuma Tentang Petualangan
Awalnya saya mengira saya akan mendapatkan film animasi petualangan biasa.
Dua sahabat masuk ke dunia lain, bertemu berbagai makhluk aneh, kemudian mencari jalan untuk pulang.
Tapi ternyata inti ceritanya lebih emosional dari yang saya bayangkan.
Masalah utama Jo dan Raissa bukan hanya bagaimana caranya keluar dari Nakali.
Mereka juga harus mempertahankan kenangan tentang persahabatan mereka.
Menurut saya, konsep ini cukup sederhana tetapi efektif.
Karena ketika kita bicara tentang persahabatan, salah satu hal yang paling penting memang adalah kenangan yang kita miliki bersama.
Bayangkan kalau semua pengalaman bersama seseorang perlahan hilang.
Orangnya masih ada.
Tapi kita sudah tidak ingat siapa dia.
Menurut saya konsep seperti ini yang membuat filmnya bisa terasa emosional tanpa harus selalu mengandalkan drama yang berlebihan.
Dan saya sendiri sempat merasa terharu ketika mengikuti hubungan Jo dan Raissa.
6. Saya Bisa Tertawa, Tapi Beberapa Bagian Juga Bikin Terharu
Saya suka ketika sebuah film bisa membuat saya merasakan lebih dari satu emosi.
Forgotten Island menurut saya berhasil melakukan hal tersebut.
Ada bagian yang membuat saya tertawa karena tingkah para karakternya, tetapi ada juga bagian yang membuat suasananya berubah menjadi lebih emosional.
Perpindahan seperti ini menurut saya cukup penting untuk film animasi.
Kalau sepanjang film hanya dibuat lucu, lama-lama jokes-nya bisa terasa melelahkan.
Kalau sepanjang film hanya serius dan emosional, pengalaman menontonnya juga bisa terasa berat.
Di Forgotten Island, saya merasa ada keseimbangan antara petualangan, humor, dan hubungan emosional Jo dengan Raissa.
Itulah yang membuat saya tidak merasa bosan ketika mengikuti perjalanan mereka.
Dan jujur saja...
Saya sempat berkaca-kaca.
Bukan sampai menangis sesenggukan ya, tetapi ada beberapa bagian yang cukup menyentuh buat saya.
7. Manananggal-nya Benar-Benar Menarik
Kalau bicara soal karakter yang paling menonjol dari sisi horor atau ancaman, saya rasa Manananggal menjadi salah satu yang paling menarik.
Saya memang tidak terlalu familiar dengan makhluk mitologi Filipina ini sebelumnya.
Tapi ketika melihat bagaimana sosok tersebut digunakan dalam film, saya merasa desainnya memang cukup mengerikan.
Yang saya suka adalah film ini tidak hanya menjadikan makhluk mitologi sebagai sesuatu yang terlihat keren secara visual.
Manananggal benar-benar terasa seperti bagian dari dunia Nakali.
Dan menurut saya ini membuat unsur mitologi dalam film terasa lebih menarik.
Saya jadi penasaran dengan cerita rakyat Filipina lainnya setelah menonton film ini.
Mungkin ini salah satu hal kecil yang menurut saya berhasil dilakukan filmnya.
Bukan cuma membuat saya terhibur, tetapi juga membuat saya ingin tahu lebih banyak tentang budaya yang sebelumnya tidak terlalu saya kenal.
Kelebihan dan Kekurangan Dari Film Forgotten Island
Kelebihan
- Gaya animasi yang sangat menarik
Gerakan karakter terasa dinamis dan memiliki bobot. Buat saya ini menjadi salah satu daya tarik terbesar film.
- Musik dan sound sangat mendukung
Musik dan sound membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup dan menjadi salah satu alasan film ini terasa menyenangkan ditonton sepulang kerja.
- Membawa budaya dan mitologi Filipina
Sebagai penonton Indonesia yang lebih sering menonton animasi Jepang dan Amerika, saya merasa mendapatkan sesuatu yang baru dari film ini.
- Ceritanya bisa lucu sekaligus menyentuh
Saya bisa tertawa di beberapa bagian tetapi juga mendapatkan momen yang cukup emosional.
- Hubungan Jo dan Raissa menjadi inti cerita yang menarik
Konsep mengenai kenangan dan persahabatan membuat perjalanan mereka terasa lebih emosional daripada sekadar petualangan mencari jalan pulang.
Kekurangan
Jujur, untuk bagian kekurangan saya tidak memiliki terlalu banyak keluhan terhadap film ini.
Saya menikmati sebagian besar pengalaman menontonnya.
Kalau harus mencari kekurangan, mungkin beberapa bagian cerita bisa terasa cukup familiar bagi penonton yang sudah sering menonton film animasi bertema petualangan dan dunia fantasi.
Tetapi untuk saya pribadi, hal tersebut tidak terlalu mengganggu karena film ini memiliki identitas sendiri melalui budaya dan mitologi Filipina yang dibawanya.
Jadi dibandingkan memikirkan kekurangannya, saya justru lebih banyak menikmati apa yang ditawarkan film ini.
Kesimpulan: Layak Di Tonton Atau Lewati Saja?
Setelah selesai menonton Forgotten Island, saya bisa bilang kalau saya sangat menyukai film ini.
Bahkan kalau suatu saat film ini tersedia kembali untuk ditonton, saya tidak akan keberatan untuk menontonnya lagi.
Awalnya saya hanya datang ke bioskop setelah pulang kerja dan menonton sendirian di jam 16.00 dalam kondisi bioskop yang cukup sepi.
Saya tidak menyangka pengalaman menontonnya malah terasa seperti healing.
Visualnya menyenangkan, gerakan animasinya bagus, musik dan sound-nya juga membuat film terasa lebih hidup.
Dan yang paling saya suka adalah saya mendapatkan pengalaman menonton sesuatu yang berbeda.
Sebagai orang Indonesia, saya memang lebih sering menonton animasi Jepang dan Amerika.
Jadi melihat sebuah film animasi yang membawa budaya dan mitologi Filipina sebagai bagian penting dari ceritanya menurut saya merupakan pengalaman yang menarik.
Terakhir saya merasakan hal seperti ini ketika menonton Jumbo, dimana saya juga cukup kagum melihat bagaimana budaya lokal bisa dibawa ke dalam sebuah film animasi.
Tapi Forgotten Island memberikan pengalaman yang berbeda.
Film ini membuat saya tertawa, menikmati petualangannya, kagum dengan visualnya, dan di beberapa bagian bahkan membuat saya terharu.
Kalau kalian menyukai film animasi dengan visual yang bagus, cerita persahabatan, petualangan dan sedikit unsur mitologi, menurut saya Forgotten Island sangat layak untuk ditonton.
Bahkan kalau kalian belum terlalu familiar dengan animasi dari luar Jepang atau Amerika seperti saya, menurut saya justru film ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
Dan untuk saya pribadi?
Ini salah satu film yang akan saya tonton lagi kalau ada kesempatan.
Saya kasih rekomendasi tinggi untuk film ini.
Bukan hanya karena animasinya bagus, tapi karena setelah selesai menonton saya benar-benar merasa...
“Wah, enak juga ya nonton film begini sepulang kerja.”
Di imbd sendiri film ini dapat rating 7.8/10 dari 4.8k review per hari ini saat postingan ini di post.




